Regulasi Emosi dan Perilaku Mengemudi Agresif pada Pengemudi Ojek Online
Abstract
Dibalik meningkatnya penggunaan layanan transportasi daring, terdapat temuan
yang menunjukkan kecenderungan perilaku mengemudi agresif pada pengemudi
ojek online, seperti melakukan pelanggaran lalu lintas, mengebut, dan juga terlibat
konflik dengan pengguna jalan lain. Penelitian bertujuan untuk menguji secara
empiris hubungan antara masing-masing regulasi emosi (penilaian ulang kognitif
dan penekanan ekspresif) terhadap perilaku mengemudi agresif pada pengemudi
ojek online meggunakan pendekatan kuantitatif desain korelasional. Hipotesis
yang diajukan dalam penelitian adalah terdapat hubungan negatif antara penilaian
ulang kognitif dan perilaku mengemudi agresif serta terdapat hubungan positif
antara penekanan ekspresif dan perilaku mengemudi agresif. Penelitian dilakukan
kepada 175 pengemudi ojek online aktif yang berusia 18-65 tahun dan memiliki
pengalaman mengemudi minimal tiga tahun. Adapun alat ukur yang digunakan
adalah Emotion Regulation Questionnare (Gross & John, 2003) dan Aggressive
Driving Behavior Scale (Houston et al., 2003). Analisis data menggunakan
korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan pada
masing-masing penilaian ulang kognitif dan penekanan ekspresif pada perilaku
mengemudi agresif pada keseluruhan responden. Namun, ditemukan hubungan
negatif yang signifikan antara penilaian ulang kognitif dan perilaku agresif pada
pengemudi asal Yogyakarta, serta hubungan positif yang signifikan antara
penekanan ekspresif dan perilaku agresif pada pengemudi perempuan dan dari
daerah lain. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan alat ukur khusus
untuk pengendara motor, metode pengumpulan data tunggal, dan fokus pada
konteks responden tertentu seperti pengemudi di Yogyakarta.
Collections
- Psychology [243]
