| dc.description.abstract | Peningkatan penggunaan internet telah meningkatkan risiko serangan siber melalui domain
berbahaya yang digunakan untuk distribusi malware, phishing, dan operasi botnet. Ancaman
ini dapat merugikan individu maupun organisasi, sebagaimana terbukti dari insiden tahun
2023 yang menyebabkan downtime layanan perbankan dan kebocoran data e-commerce.
Meskipun penyaringan domain pada firewall perimeter telah menjadi strategi defensif yang
umum diterapkan, efektivitasnya dalam skala besar, khususnya pada lingkungan Internet
Service Provider (ISP), masih memerlukan evaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi efektivitas penyaringan domain berbahaya yang diterapkan sebagai bagian
dari layanan keamanan firewall perimeter pada ISP. Metodologi penelitian menggunakan
analisis empiris berbasis data dari jaringan yang telah menerapkan firewall filtering, dengan
fokus pada analisis kinerja teknik penyaringan berbasis blacklist domain berbahaya dan
pengaruhnya terhadap traffic flow jaringan. Hasil penelitian menunjukkan dampak
signifikan dari implementasi firewall filtering domain berbahaya. Dari aspek traffic flow,
terjadi peningkatan total flow sebesar 2.49% akibat mekanisme retry connection ketika
domain diblokir. Namun, dampak ini tidak signifikan terhadap bandwidth karena filtering
berhasil mengurangi total bytes sebesar 24.5% dan total paket sebesar 10.5%, disertai
penurunan rata-rata bandwidth sebesar 22.58% dan packet rate sebesar 8.81%. Efektivitas
keamanan terbukti dari terdeteksinya 1,090 IP address pengguna yang mencoba mengakses
domain berbahaya dan keberhasilan memblokir 1,919 IP address malicious. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa metode filtering domain berbahaya terbukti efektif dalam
meningkatkan keamanan pengguna dan mengoptimalkan penggunaan bandwidth dengan
membersihkan traffic yang tidak diinginkan. Selain itu, metode ini mudah diterapkan pada
produk existing yang digunakan oleh Internet Service Provider. Meskipun terjadi
peningkatan flow akibat retry connection, dampaknya tidak signifikan terhadap bandwidth
karena filtering berhasil mengurangi total bytes dan paket secara substansial. | en_US |