Show simple item record

dc.contributor.authorMubarak, Muhammad Nafis Jadid
dc.date.accessioned2025-10-28T01:46:07Z
dc.date.available2025-10-28T01:46:07Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58449
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan pemaafan pada remaja akhir. Partisipan terdiri dari 127 remaja akhir berusia 18–21 tahun (69,3% perempuan, 30,7% laki-laki) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan survei. Variabel pemaafan diukur menggunakan Bolton Forgiveness Scale (BFS) yang terdiri dari tiga dimensi: berdamai dan melepaskan (Coming to Terms and Letting Go), mengembangkan perasaan positif (Developing Positive Feelings), dan memberi manfaat dari keraguan (Giving Benefit of the Doubt). Sementara itu, variabel kematangan emosi diukur menggunakan Exploring the Psychological Maturity Scale yang terdiri dari empat dimensi: kesadaran diri (self-awareness), otonomi (autonomy), fleksibilitas (flexibility), dan ketahanan ego (ego resilience). Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosi dan pemaafan (r = 0,499, p < 0,01), dengan effect size sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kematangan emosi individu, maka semakin besar kecenderungan mereka untuk memberikan pemaafan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKematangan Emosien_US
dc.subjectPemaafanen_US
dc.subjectRemaja Akhiren_US
dc.subjectKorelasien_US
dc.titleHubungan Antara Kematangan Emosi dengan Pemaafan pada Remaja Akhiren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21320049


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record