| dc.description.abstract | Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada pengaruh husnuzan terhadap
hubungan penerimaan diri dan resiliensi pada dewasa awal. Responden terdiri dari
265 individu berusia 18–25 tahun (194 perempuan, 71 laki-laki) yang berdomisili
di Indonesia dan mengisi kuesioner secara daring. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Instrumen yang digunakan
mencakup Skala Penerimaan Diri (USAQ-short scale), Skala Husnuzan (HZS-7),
dan Skala Resiliensi (SPF-24). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi
Spearman dan uji mediasi dengan bantuan perangkat lunak statistik JASP. Hasil
menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara penerimaan
diri dan resiliensi (r = 0,391, p < ,001), penerimaan diri dan husnuzan (r = 0,221,
p < ,001), serta antara husnuzan dan resiliensi (r = 0,467, p < ,001). Selain itu,
husnuzan terbukti memediasi hubungan antara penerimaan diri dan resiliensi (β =
0,147, p < ,001). Penelitian ini memperluas temuan sebelumnya mengenai
pentingnya faktor kognitif dan spiritual dalam memperkuat ketahanan psikologis
pada masa dewasa awal, dengan implikasi pada intervensi berbasis penerimaan
diri dan husnuzan. | en_US |