Show simple item record

dc.contributor.authorMuslim, Muhammad Rifqi Fadillah
dc.date.accessioned2025-10-27T04:35:23Z
dc.date.available2025-10-27T04:35:23Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58432
dc.description.abstractResistensi antibiotik telah diakui sebagai salah satu ancaman kesehatan utama masyarakat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Salah satu penyebab resistensi antibiotik ialah biofilm, dimana biofilm adalah kelompok mikroorganisme yang terstruktur dan memproduksi zat polimer ekstraseluler (EPS). Salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri dan antibiofilm adalah Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd.). Beberapa penelitian menemukan ekstrak Kelakai memiliki aktivitas antibakteri yang sangat kecil bahkan tidak ada. Hal ini karena sebagian besar ekstrak tumbuhan tidak atau sukar larut, sehingga memiliki bioavailabilitas yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ekstrak daun Kelakai dan karakteristik sediaan nanohidrogel ekstrak daun Kelakai, serta mengevaluasi aktivitas antibakteri dan antibiofilm sediaan nanohidrogel ekstrak daun Kelakai. Proses ekstraksi daun Kelakai menggunakan metode sonikasi dengan pelarut etanol 96% (1:10). Identifikasi senyawa dilakukan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Ekstrak daun Kelakai dilakukan uji parameter spesifik dan non spesifik simplisia sesuai Farmakope Indonesia. Formulasi nanohidrogel dibuat dengan menggabungkan basis gel dan nanopartikel perak ekstrak daun Kelakai dengan konsentrasi yang berbeda, dan dilakukan evaluasi sediaan. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri, uji aktivitas penghambatan biofilm dan eradikasi biofilm. Analisis paired sample t-test digunakan untuk mengetahui terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan dan ANOVA satu arah digunakan untuk mengetahui perbedaan signifikan antar sampel uji yang digunakan. Ekstrak daun Kelakai mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, steroid, terpenoid, dan saponin. Ekstrak daun Kelakai memenuhi parameter spesifik dan non spesifik, kecuali kadar abu tak larut asam. Sediaan nanohidrogel ekstrak daun Kelakai memenuhi seluruh evaluasi sediaan topikal sebelum dan sesudah uji stabilitas dipercepat. Sediaan nanohidrogel ekstrak daun Kelakai mampu meningkatkan aktivitas antibakteri dan antibiofilm dibandingkan ekstrak daun Kelakai saja dengan perbedaan signifikan antar sampel uji dengan nilai (p<0,05).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKelakai,en_US
dc.subjectResistensi Antibiotiken_US
dc.subjectAntibakterien_US
dc.subjectAntibiofilmen_US
dc.subjectNanohidrogelen_US
dc.titleFormulasi Sediaan Nanohidrogel Ekstrak Daun Kelakai (Stenochlaena Palustris (Burm.f.) Bedd.) sebagai Kandidat Antibakteri dan Antibiofilmen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23924005


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record