| dc.description.abstract | Latar belakang : Penyakit Tuberkulosis (TB), yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis (Mtb), memiliki tantangan utama dalam
pengendaliannya yaitu Mtb yang tahan terhadap obat antituberculosis dikenal
sebagai Tuberkulosis Resisten Obat (TB‐RO). Meskipun pengobatan untuk
TB‐RO telah diatur dalam program pengendalian TB nasional, tingkat
keberhasilan pengobatan masih rendah.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran terapi, gambaran
luaran terapi pasien TB-RO dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi
efektivitas terapi TB-RO di Rumah sakit Respira Bantul Yogyakarta.
Metode : Studi ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif data rekam
medis pasien TB-RO pada tahun 2020-2024. Pengelolaan data dilakukan
menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square yang disajikan dalam bentuk tabel dan
persentase.
Hasil : Pasien TB-MDR dan TB-RR di RS Respira Bantul menjalani regimen
jangka pendek, sementara pasien TB-XDR menggunakan regimen jangka
panjang. Dari 30 pasien, 27 (90%) sembuh dan 3(10%) meninggal. Efektivitas
terapi berhubungan signifikan dengan jenis kelamin, komorbiditas, dan jenis
regimen, namun tidak dipengaruhi oleh usia atau riwayat TB sebelumnya.
Kesimpulan : Efektivitas terapi TB-RO di RS Respira Bantul cukup tinggi 90%
pasien dinyatakan sembuh dengan regimen pengobatan jangka pendek dan jangka
panjang. Efektivitas pengobatan dipengaruhi oleh jenis kelamin, komorbiditas,
dan jenis regimen, tetapi usia dan riwayat TB tidak berpengaruh. | en_US |