Sistem Monitoring Kondisi Lahan Persawahan Terintegrasi dengan Android dan Energi Terbarukan
Abstract
Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring
kondisi lahan pertanian berbasis Internet of Things (IoT) yang hemat energi, terjangkau, dan dapat
diakses secara jarak jauh melalui perangkat Android. Permasalahan utama yang diangkat adalah
keterbatasan petani dalam memantau kondisi nutrisi dan kelembaban tanah secara akurat akibat
variasi kualitas lahan dan ketidakpastian iklim. Untuk menjawab tantangan tersebut,
dikembangkanlah sistem monitoring yang terdiri dari mikrokontroler Arduino Uno, sensor soil
moisture untuk mendeteksi tingkat kelembaban, sensor warna TCS3200 untuk menganalisis warna
tanah sebagai indikator kandungan nutrisi menggunakan metode klasifikasi Naive Bayes, serta
modul komunikasi SIM7000E untuk pengiriman data melalui jaringan seluler. Sistem ini
sepenuhnya ditenagai oleh panel surya yang dikendalikan dengan Solar Charge Controller (SCC)
dan disimpan dalam baterai lithium, menjadikannya solusi ramah lingkungan dan mandiri secara
energi. Desain sistem mencakup pengembangan perangkat keras dalam panel box outdoor,
konstruksi tiang penyangga panel surya, serta antarmuka pengguna berbasis aplikasi Android
menggunakan platform Blynk. Pengujian sistem dilakukan untuk mengevaluasi akurasi sensor,
stabilitas transmisi data, waktu respons, dan efisiensi penggunaan daya. Hasilnya menunjukkan
bahwa sistem mampu memberikan pembacaan sensor yang stabil dan akurat, dengan pengiriman
data secara real-time ke aplikasi Android secara cepat dan efisien. Meskipun Arduino Uno
memiliki keterbatasan dalam pemrosesan data dibanding mikrokontroler yang lebih modern,
desain ini tetap dinilai optimal untuk petani skala kecil hingga menengah karena biayanya yang
rendah, kemudahan pemrograman, dan dukungan komponen yang luas. Secara keseluruhan,
implementasi sistem ini memberikan dampak positif dari segi teknologi, sosial, ekonomi, dan
lingkungan. Sistem ini mendukung transformasi digital di sektor pertanian, menekan biaya
operasional dengan otomatisasi pemantauan, meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan
oleh petani, serta memperkuat adopsi energi terbarukan. Kelebihan utama terletak pada
kemampuannya bekerja secara mandiri, hemat energi, praktis digunakan, dan sesuai dengan
kondisi lapangan. Keberhasilan perancangan sistem ini tercermin dari kesesuaiannya terhadap
spesifikasi teknis serta manfaat nyatanya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas
pertanian di era modern.
Collections
- Electric Engineering [890]
