Hubungan Antara Gaya Kelekatan Dewasa dan Resiliensi diri pada Emerging Adulthood yang mengalami Adverse Childhood Experiences (ACEs)
Abstract
Penelitian tentang gaya kelekatan dan resiliensi pernah dilakukan, tetapi studi
secara spesifik yang mengeksplorasi hubungan antara gaya kelekatan dewasa dan
resiliensi diri pada emerging adulthood yang mengalami adverse childhood
experiences (ACEs) atau pengalaman masa kecil buruk belum pernah dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kelekatan dewasa
dan resiliensi diri pada emerging adulthood yang mengalami ACEs. Hipotesis
dalam penelitian ini diprediksi akan ada hubungan positif antara gaya kelekatan
dewasa dimensi depend dan resiliensi diri, akan ada hubungan negatif antara gaya
kelekatan dewasa dimensi anxiety dan resiliensi diri, dan akan ada hubungan positif
antara gaya kelekatan dewasa dimensi close dan resiliensi diri pada emerging
adulthood yang mengalami ACEs. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan desain korelasional, melibatkan 131 emerging adulthood berusia 18-25
tahun yang pernah mengalami setidaknya satu pengalaman ACEs. Alat ukur yang
digunakan adalah Adult Attachment Scale (AAS) dan Connor-Davidson Resilience
Scale-10 (CD – RISC 10) serta skala Adverse Childhood Experiences (ACEs)
sebagai skala penyaringan partisipan. Semua hipotesis dalam penelitian ini
diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif
signifikan antara gaya kelekatan dewasa dimensi depend dan resiliensi diri (p < .05;
r = .177), ada hubungan negatif antara gaya kelekatan dewasa dimensi anxiety dan
resiliensi diri (p < .001; r = -.304), serta ada hubungan positif antara gaya kelekatan
dewasa dimensi close dan resiliensi diri (p < .001; r = .390) pada emerging
adulthood yang mengalami ACEs.
Collections
- Psychology [243]
