| dc.description.abstract | Diplomasi digital Swedia di Uganda melalui kampanye Midwives4all yang
diluncurkan pada tahun 2015, merupakan bentuk respon atas tingginya angka
kematian ibu dan rendahnya akses terhadap tenaga bidan yang terlatih di Uganda.
diplomasi digital ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan luar negeri
feminis Swedia dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong
perubahan kebijakan terkait isu kesehatan reproduksi. Kerangka pemikiran yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teori diplomasi digital yang ditulis oleh
Bjola and Holmes yang mencakup tiga dimensi utama yaitu: agenda-setting,
presence-expansion, dan conversation-generating. pendekatan ini digunakan
untuk memberikan analisis strategi komunikasi Swedia dalam menjangkau
masyarakat Uganda melalui media sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa
penggunaan diplomasi digital oleh Swedia memberikan dampak yang efektif
dalam membentuk persepsi masyarakat dan mampu membangun dialog dengan
aktor lokal. Melalui kolaborasi dengan NGO, tokoh masyarakat, dan pemanfaatan
media sosial, kampanye ini mampu membangun kesadaran secara luas tentang
pentingnya peran bidan. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
diplomasi digital ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan partisipasi
masyarakat, serta mampu mendorong perubahan kebijakan kesehatan di Uganda. | en_US |