| dc.description.abstract | Latar Belakang: Hiperlipidemia menyebabkan 2,6 juta kematian setiap tahun
menurut WHO. Penduduk dengan konsumsi lemak tertinggi di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta adalah di Kabupaten Bantul sebanyak 55,0%.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil peresepan obat
antihiperlipidemia pada pasien rawat jalan dan faktor-faktor yang memengaruhi
pemilihan obat antihiperlipidemia untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit
Universitas Islam Indonesia.
Metode: Penelitian dilakukan di RS UII pada bulan Februari–April 2025. Data
yang digunakan merupakan data penggunaan obat-obat antihiperlipidemia pada
tahun 2022–2024. metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan
pengambilan data secara retrospektif. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien,
mencakup data demografi, data klinis, dan penggunaan obat antihiperlipidemia.
Hasil: 170 pasien dengan rata-rata usia 57,62 tahun diteliti, mayoritas perempuan
(54,71%). Komorbiditas terbanyak adalah DM (38,24%), hipertensi (34,12%), dan
kombinasi keduanya (27,65%). 77,5% pasien menerima statin, terutama statin
intensitas sedang (57,06%). Faktor yang berpengaruh terhadap peresepan statin
intensitas sedang adalah jenis kelamin, DM, kombinasi hipertensi dan DM, serta
BPJS (p<0,005)
Kesimpulan: Statin merupakan antihiperlipidemia dengan peresepan terbanyak
pada pasien hiperlipidemia dengan penyakit penyerta hipertensi atau diabetes
melitus yaitu sebanyak 153 peresepan (77,65%). Terdapat kombinasi dengan fibrat
sebanyak 6 peresepan (3,53%). Jenis intensitas statin yang paling banyak
diresepkan adalah statin intensitas sedang sebanyak 97 peresepan (57,06%). | en_US |