Perawatan Mandiri untuk Pengatasan Dismenore Pada Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Sleman Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami oleh
remaja putri. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga
mengganggu aktivitas belajar dan kegiatan sehari-hari, yang dapat memengaruhi
kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, perawatan mandiri (self-care) menjadi
pendekatan penting untuk membantu mengatasi gejala dismenore secara efektif.
Dengan menerapkan self-care yang tepat, remaja putri dapat mengurangi nyeri saat
menstruasi.
Tujuan: Mengetahui profil dismenore, tingkat pengetahuan, sikap, dan upaya
perawatan mandiri terhadap kejadian dismenore pada siswi SMAN di Kabupaten
Sleman, Yogyakarta.
Metode: Studi observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan
data dilakukan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik
convenience sampling sebanyak 100 responden.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswi SMAN di Kabupaten Sleman
mengalami dismenore dengan berbagai profil, di mana mayoritas mengalami nyeri
kongestif dengan tingkat nyeri derajat 1. Sebanyak 59% responden memiliki
pengetahuan yang baik tentang dismenore, dan 62% menunjukkan sikap positif
dalam melakukan perawatan mandiri. Tindakan perawatan yang umum dilakukan
meliputi ibadah untuk mengurangi stres serta penggunaan jamu kunyit asam
sebagai pengobatan herbal.
Kesimpulan: Siswi SMAN di wilayah Kabupaten Sleman memiliki pengetahuan
dan sikap yang baik tentang dismenore. Dismenore kongestif merupakan jenis yang
paling sering dialami dengan tingkat nyeri derajat 1.
Collections
- Pharmacy [1896]
