Hubungan Antara Optimisme dan Quarter Life Crisis pada Fresh Graduate
Abstract
Quarter Life Crisis merupakan fenomena psikologis yang umum dialami oleh
fresh graduate yang berada dalam masa transisi menuju dunia kerja. Masa ini
ditandai dengan kecemasan, kebingungan arah hidup, serta tekanan sosial yang
dapat mengganggu kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara optimisme dan quarter life crisis pada fresh
graduate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan
melibatkan 197 partisipan fresh graduate berusia 21-25 tahun yang belum bekerja
dan telah lulus maksimal 2 tahun terakhir. Instrumen yang digunakan adalah
Optimism Scale dan Developmental Crisis Questionnaire-12. Hasil analisis
menggunakan korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang
signifikan antara optimisme dan quarter life crisis (r = -0.504, p < 0.01). Artinya,
semakin tinggi tingkat optimisme individu, maka semakin rendah kecenderungan
mereka mengalami quarter life crisis.
Collections
- Psychology [243]
