Show simple item record

dc.contributor.authorAzpa, Tarisha Regina
dc.date.accessioned2025-10-23T07:13:10Z
dc.date.available2025-10-23T07:13:10Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58380
dc.description.abstractPerceraian orang tua memiliki dampak negatif terhadap perkembangan psikologis remaja, remaja merasakan amarah, kesedihan, dan konflik batin yang dapat menghambat proses pemaafan. Salah satu faktor yang dapat mendukung proses pemaafan adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menghadapi situasi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan pemaafan pada remaja dengan orang tua yang bercerai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 69 remaja berusia 12-21 tahun yang memiliki orang tua bercerai. Alat ukur yang digunakan adalah skala General Self-Efficacy (GSE) dan Hearland Pemaafan Scale (HFS). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-efficacy dan pemaafan (r = 0.540, p < 0.001), dengan kontribusi self-efficacy terhadap pemaafan sebesar 29,1% (R2 = 0.291). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi pula tingkat pemaafan pada remaja dengan orang tua yang bercerai.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPemaafanen_US
dc.subjectPerceraianen_US
dc.subjectRemajaen_US
dc.subjectSelf-Efficacyen_US
dc.titleHubungan Self-Efficacy dengan Pemaafan Pada Remaja dengan Orang Tua yang Berceraien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21320294


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record