| dc.description.abstract | Perceraian orang tua memiliki dampak negatif terhadap perkembangan psikologis
remaja, remaja merasakan amarah, kesedihan, dan konflik batin yang dapat
menghambat proses pemaafan. Salah satu faktor yang dapat mendukung proses
pemaafan adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya
dalam menghadapi situasi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara self-efficacy dengan pemaafan pada remaja dengan orang tua yang
bercerai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional.
Subjek penelitian berjumlah 69 remaja berusia 12-21 tahun yang memiliki orang
tua bercerai. Alat ukur yang digunakan adalah skala General Self-Efficacy (GSE)
dan Hearland Pemaafan Scale (HFS). Hasil penelitian menunjukkan adanya
hubungan positif yang signifikan antara self-efficacy dan pemaafan (r = 0.540, p <
0.001), dengan kontribusi self-efficacy terhadap pemaafan sebesar 29,1% (R2 =
0.291). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki
remaja, maka semakin tinggi pula tingkat pemaafan pada remaja dengan orang tua
yang bercerai. | en_US |