Modifikasi Formula Estimate at Completion (EAC) menggunakan Metode Earned Value Management
Abstract
Pembengkakan biaya pada proyek konstruksi, terutama proyek infrastruktur seperti jalan dan
jembatan, sering menjadi tantangan utama yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan dan
mengurangi efisiensi penggunaan anggaran. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh
ketidakmampuan dalam memperkirakan biaya akhir proyek secara akurat. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memodifikasi formula estimate at completion
(EAC) sebagai metode estimasi biaya akhir proyek yang lebih akurat dan realistis, dengan
memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi biaya di lapangan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan earned value management (EVM), yang menggabungkan pengukuran kinerja biaya dan
waktu untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kemajuan proyek.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis perbandingan antara tiga
formula EAC PMBOK yang umum digunakan, yaitu EAC1, EAC2, dan EAC3, serta pengembangan
formula gabungan untuk memperoleh estimasi biaya yang lebih stabil dan tepat. Selain itu,
dilakukan evaluasi terhadap pengaruh varians jadwal dan biaya terhadap estimasi biaya akhir dengan
menggunakan data proyek jalan dan jembatan di Indonesia, yang memiliki karakteristik
kompleksitas tinggi dan rentan terhadap pembengkakan biaya. Pendekatan ini memungkinkan
analisis yang lebih mendalam mengenai keterkaitan antara kinerja proyek dengan perubahan biaya
yang diperlukan untuk penyelesaian proyek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan formula gabungan EAC dapat
meningkatkan akurasi prediksi biaya akhir proyek, dengan mengkombinasikan pendekatan
konservatif dari EAC1 dan EAC2 dengan sensitivitas EAC3 terhadap dinamika jadwal. Selain itu,
penggabungan ketiga metode ini memungkinkan deteksi lebih cepat terhadap penyimpangan biaya
yang dapat mempengaruhi kelancaran proyek. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam
pengembangan metode pengendalian biaya yang lebih efektif pada proyek-proyek infrastruktur,
serta sebagai dasar untuk aplikasi metode EAC dalam praktik manajemen proyek di masa depan.
