Formulasi dan Evaluasi Sediaan Balsem Stick Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) sebagai Aromaterapi
Abstract
Latar belakang: Sereh wangi merupakan tanaman yang memiliki banyak
kandungan senyawa atsiri seperti citronellal, geraniol, dan citronellol sehingga
banyak digunakan sebagai aromaterapi. Manfaat aromaterapi berbasis minyak atsiri
diantaranya dapat mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan daya ingat.
Penggunaan minyak atsiri secara langsung pada kulit dapat menimbulkan rasa
panas, reaksi sensitivitas, serta mudah menguap jika langsung diaplikasikan pada
kulit. Diperlukan inovasi dalam formulasi minyak atsiri sereh agar penggunaannya
menjadi lebih aman dan nyaman. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan
yaitu pengembangan minyak atsiri sereh wangi menjadi balsem stick.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi balsem stick minyak
atsiri sereh wangi terbaik secara fisik dan hedonik.
Metode: Sereh wangi dideterminasi terlebih dahulu. Dilakukan ekstraksi destilasi
uap-air untuk mendapatkan minyak atsiri. Pengecekan komponen minyak atsiri
menggunakan GC-MS. Pembuatan balsem stick dengan variasi bahan pemadat
beeswax 30%, 20%, 10% dan soy wax 10%, 20%, dan 30%. Melakukan pengujian
fisik sediaan balsem stick dan uji hedonik.
Hasil: Variasi bahan pemadat mempengaruhi kepadatan dan aroma balsem stick.
Didapatkan nilai pH sebesar 5 pada tiap formulasi. Formula F3 memiliki ketahanan
aroma yang terbaik. Pada uji hedonik balsem F1 mendapatkan skor tertinggi.
Kesimpulan:Variasi bahan pemadat mempengaruhi tekstur dan aroma balsem.
Formula balsem stick yang terbaik adalah formula F1.
Collections
- Pharmacy [1896]
