Politik Populisme dalam Pembentukan Amandemen UU Kewarganegaraan India 2019
Abstract
Untuk mengurangi banyaknya imigran ilegal yang masuk ke India dari
berbagai macam agama dan negara, maka pada tahun 2019 di bawah pemerintahan
Narendra Modi telah resmi disahkannya The Citizenship Amendment Act (CAA) of
2019 atau juga dikenal sebagai Amandemen UU Kewarganegaraan India 2019.
Mobilisasi Hindu untuk tidak percaya lagi dengan Muslim dan menempatkan
Muslim sebagai ancaman sambil memainkan retorika populis anti Muslim. Ketika
kedua aspek ini digabungkan maka akan mendapatkan gambaran bahwa Hindutva
menjadi proyek politik yang berkelanjutan selama masa pemerintahannya.
Mobilisasi Hindu ini dibangun secara pelan-pelan oleh aktor politik yang terafiliasi
dengan ideologi Hindutva, seperti Narendra Modi dan BJP atau bahkan dilakukan
secara tidak langsung untuk menghindari tanggung jawab hukumannya. Hal ini,
diikuti dengan memainkan retorika populis anti Muslim yang menganggap Muslim
merupakan diluar dari bagian ideologi Hindutva, permainan retorika populis ini
terkadang juga dimainkan secara tidak langsung atau bahkan secara halus.
Memainkan mobilisasi politik dan retorika populis dengan memanfaatkan
populisme Hindu dapat dimanfaatkan Narendra Modi dan BJP sebagai strategi
untuk mengejar agenda politiknya, menyebarkan ideologi Hindutva dalam
kehidupan berbangsa di India yang kemudian terealisasikan dalam Amandemen
UU Kewarganegaraan India 2019.
Collections
- International Relations [914]
