| dc.description.abstract | Latar belakang: Apotek menjadi sarana kesehatan untuk memastikan efisiensi dan
produktivitas kinerja sumber daya insani. Tantangan utama dalam manajemen
sumber daya insani di apotek adalah beban kerja. Beban kerja menjadi komponen
dalam manejemen sumber daya manusia untuk menentukan produktivitas dan
efisiensi dalam pekerjaan. Beban kerja yang tidak terukur akan berdampak pada
stress kerja dan motivasi kerja yang akan berimplikasi medication error dalam
pelayanan kefarmasian.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi beban kerja sumber daya
insani Apotek UII Farma meliputi persentase aktivitas produktif, persentase
aktivitas nonproduktif, persentase aktivitas pribadi, dan tingkat beban kerja dengan
menggunakan metode work sampling.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan
analisa data kuantitatif. Lokasi penelitian bertempat di Apotek UII Farma.
Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni 2025. Sumber daya insani yang
diamati meliputi 4 apoteker, 2 kasir, 2 helper, 1 staf keuangan, dan 3 perawat.
Dengan menggunakan metode work sampling
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi aktivitas antar sumber daya
insani belum merata, terdapat perbedaan hasil yang cukup signifikan. Sehingga
diperlukan pemerataan distribusi kerja guna untuk menciptakan keadilan antar
sumber daya insani. Serta tingkat beban kerja sumber daya insani Apotek UII
Farma masuk dalam kategori sedang dengan persentase 65,15%
Kesimpulan: Distribusi aktivitas antar sumber daya insani belum merata dan
terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Serta tingkat beban kerja sumber daya
insani masuk dalam kategori sedang dengan persentase 65,15%. | en_US |