Analisis Beban Kerja Karyawan Apotek Unisia 24 Murangan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Metode Work Sampling
Abstract
Latar belakang: Pengelolaan apotek yang optimal tidak hanya berfokus pada
manajemen produk dan layanan, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya
manusia (SDM). Sumber daya manusia di apotek mencakup berbagai peran, mulai
dari tenaga farmasi seperti apoteker dan tenaga teknis kefarmasian hingga manajer
dan staf pendukung lainnya. Metode work sampling digunakan untuk menganalisis
beban kerja karyawan yang dapat memberikan gambaran yang lebih efisien
mengenai waktu kerja yang dialokasikan dalam kegiatan sehari-hari.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi beban kerja karyawan
Apotek Murangan 24 Unisia meliputi kegiatan produktif, nonproduktif, pribadi, dan
tingkat beban kerja yang dialami oleh karyawan.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan
analisis data kuantitatif dan dilakukan observasi secara langsung kepada seluruh
karyawan yang ada di Apotek Unisia 24 Murangan dengan menggunakan lembar
observasi. Subjek penelitian terdiri dari 3 apoteker dan 1 staf keuangan. Dari hasil
observasi didapatkan jumlah waktu (menit) yang akan dirata-rata selama 7 hari
kerja, kemudian akan dihitung persentase waktu setiap kategori aktivitas.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi beban kerja antar karyawan
belum merata, terutama pada karyawan yang bertanggung jawab dalam aktivitas
administrasi dan pemesanan obat ke PBF. Didapatkan tingkat beban kerja karyawan
Apotek Unisia 24 murangan dengan persentase aktivitas produktif sebesar 70,75%.
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa beban kerja karyawan Apotek Unisia 24
Murangan secara umum masih tergolong beban kerja sedang, yang menunjukkan
bahwa beban kerja masih dalam batas yang wajar.
Collections
- Pharmacy [1896]
