Show simple item record

dc.contributor.authorAgustin, Syakira Dwi
dc.date.accessioned2025-10-15T03:04:25Z
dc.date.available2025-10-15T03:04:25Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58258
dc.description.abstractLatar Belakang : Tuli sensori merupakan gangguan pendengaran yang sering dialami anak sejak lahir dan dapat menghambat perkembangan bicara, bahasa, serta kognitif. Salah satu faktor risiko penting adalah infeksi kongenital, yang dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen. Deteksi dini tuli sensori sangat penting, salah satunya dengan pemeriksaan Otoacoustic Emissions (OAE), agar intervensi dapat segera dilakukan dan dampak jangka panjang pada tumbuh kembang anak dapat dicegah. Metode : Sumber informasi yang digunakan dari database yaitu Google Schoolar, Science Direct, PubMed, Garuda dan Sinta. Artikel diseleksi menggunakan diagram PRISMA Scoping review. Hasil : Dari review 4 artikel, sebagian besar menunjukkan bahwa infeksi rubella menjadi faktor risiko utama tuli sensori pada anak, terutama jika terjadi pada ibu hamil trimester pertama karena dapat merusak organ pendengaran janin. Hal ini menegaskan pentingnya pencegahan melalui vaksinasi rubella dan deteksi dini gangguan pendengaran. Kesimpulan: Infeksi rubella terbukti sebagai faktor risiko utama tuli sensori pada anak, terutama jika terjadi pada trimester pertama kehamilan, sehingga vaksinasi dan deteksi dini sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleInfeksi Rubella Sebagai Faktor Risiko Tuli Sensori Pada Anak: A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711081


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record