Verifikasi Metode Uji SNI 1312: 2021 Karakterisasi Minyak Atsiri dari Limbah Industri Jahe (Zingiber Officinale)
Abstract
Telah dilakukan verifikasi metode uji SNI 1312: 2021 karakterisasi minyak
atsiri dari limbah industri jahe (Zingiber officinale). Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui hasil verifikasi metode uji karakterisasi minyak atsiri dari
limbah industri jahe. Gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS)
digunakan karena mampu memisahkan dan mengidentifikasi senyawa-senyawa
dalam minyak atsiri dengan sensitivitas tinggi, sehingga dapat memberikan
informasi detail mengenai komposisi kimia minyak atsiri jahe dari limbah industri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot jenis relatif pada pada 25°C minyak
atsiri diperoleh sebesar 0,859 g/mL. Rendemen yang diperoleh sebesar 0,19%.
Penentuan indeks bias pada 25°C, diperoleh hasil 1,4785. Nilai putaran optik pada
25°C diperoleh hasil (+) 4,3 Nilai penentuan presisi dihitung dari nilai relative
percent different (%RPD) sehingga diperoleh hasil presisi pada bobot jenis pada
25°C diperoleh hasil 0,01%, hasil penentuan presisi indeks bias pada 25°C
diperoleh sebesar 0,03%, hasil penentuan presisi putaran optik diperoleh sebesar
1,16% dan hasil penentuan presisi dari waktu retensi senyawa zingiberene
menggunakan instrumen Gas chromatography–mass spectrometry (GC–MS)
diperoleh sebesar 8,33%. Semua hasil tersebut sudah memenuhi syarat
keberterimaan yang ditetapkan yaitu <10% (Badan Standardisasi Nasional, 2005).
Hasil verifikasi metode analisis karakterisasi bobot jenis pada 25°C minyak atsiri
dari limbah industri jahe diperoleh ketidakpastian 0,8591 ± 0,0037 mg/L.
Ketidakpastian indeks bias pada 25°C diperoleh 1,4785 ± 0,0009 mg/L.
Ketidakpastian putaran optik pada 25°C diperoleh 4,3250 ± 0,1121 mg/L. Dan
ketidakpastian analisis GC-MS diperoleh 10,8605 ± 1,8094 mg/L.
Collections
- Chemical Analyst [441]
