| dc.description.abstract | Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) atau Water Safety Plan (WSP)
merupakan upaya pengamanan suplai air minum mulai dari sumber hingga ke
konsumen, yang dilakukan oleh berbagai pihak secara terpadu dengan
menggunakan pendekatan analisis dan manajemen risiko untuk menjamin air
minum yang disuplai aman bagi konsumen dari segi kualitas atau kesehatan. Tujuan
dari penelitian yaitu mengevaluasi implementasi dari program RPAM serta aspek
4K pada IKK Sulang PDAM Banyumili Kabupaten Rembang. Pada penelitian ini
menggunakan metode pengambilan data yaitu observasi lapangan dan wawancara
dengan pengelola, serta menggunakan data yang disediakan oleh PDAM Kabupaten
Rembang. Analisa data dilakukan menggunakan penghitungan risiko semi
kuantitatif dengan matriks (5x5). Hasil evaluasi risiko tanpa tindakan pengendalian,
dapat diketahui bahwa tingkat risiko tinggi sebanyak 9 kejadian bahaya, tingkat
risiko sedang sebanyak 13 kejadian bahaya. Hasil evaluasi kaji ulang risiko dengan
mempertimbangkan tindakan pengendalian dapat diketahui bahwa tingkat risiko
tinggi berkurang dari 9 menjadi 4 kejadian bahaya, tingkat risiko sedang berkurang
dari 13 menjadi 6 kejadian bahaya. Berdasarkan hasil observasi serta evaluasi
menunjukan bahwa secara keseluruhan IKK Sulang belum menerapkan RPAM
dengan baik, namun masih terdapat beberapa risiko dengan tingkat risiko tinggi dan
diperlukan perbaikan. Perbaikan yang perlu segera dilakukan yaitu pada kejadian
bahaya dengan tingkat risiko tinggi seperti kontaminasi fisik berupa limbah atau
sampah pada intake, serta padamnya listrik yang membuat IKK tidak bisa
beroperasional. | en_US |