| dc.description.abstract | Terminal Tidar Magelang adalah terminal bus tipe A dengan area seluas 2. 200 m2.
Aktivitas yang terjadi di terminal ini mengakibatkan pelepasan emisi gas rumah
kaca CO2-eq dalam kadar yang relatif tinggi, terutama akibat pembakaran bahan
bakar minyak oleh kendaraan. Emisi tersebut berdampak negatif terhadap
lingkungan serta kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis Emisi Gas Rumah Kaca CO2-eq dan temuan ini diharapkan dapat
mendukung perumusan kebijakan berkelanjutan untuk mengurangi Emisi Gas
Rumah Kaca dalam operasional transportasi umum. Rekomendasi dari
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2019, beserta faktor
emisi yang dirilis oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
serta IPCC, digunakan sebagai acuan dalam perhitungan pada studi ini.
Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh terdapat fluktuasi setiap tahunnya
pada tahun 2022 total emisi CO2-eq yang dihasilkan sebesar 4.151,3 ton/CO2-eq.
Pada tahun 2023 hasil emisi CO2-eq mengalami penurunan menjadi 4.063,7
ton/CO2-eq. Dan 4.254,2 ton/CO2-eq di tahun 2024. Kesimpulan yang didapatkan
berdasarkan dari tujuan penelitian saat ini adalah total kontribusi dari sektor
transportasi dan menghasilkan Gas Rumah Kaca di Terminal Tidar dengan
presentase sebesar Bus AKAP 53%, Bus AKDP 45%, Mobil 1%, dan Motor sebesar
1% | en_US |