Evaluasi Kinerja Jalan Evakuasi Bencana Erupsi Merapi dengan Pemodelan PTV Visum
Abstract
Evakuasi bencana merupakan salah satu program mitigasi yang terus menjadi tantangan
masa mendatang. Pada tahun 2010 dilaporkan bahwa sebanyak 400.000 orang dievakuasi selama
letusan Gunung Merapi. Pada proses evakuasi tersebut terjadi krisis manajemen sehingga
menimbulkan kekacauan, kemacetan lalu lintas dan banyak korban jiwa (Mei dkk., 2013).
Pengembangan metode evakuasi yang tepat sangat penting dan perlu studi lebih lanjut. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis kinerja jalan evakuasi saat ini berdasarkan skenario pemerintah
dan mengembangkan alternatif model evakuasi yang lebih optimal.
Pengumpulan data primer dilakukan dengan pengamatan visual pada kondisi jalan dan
wawancara ke stakeholder BPBD Sleman dan perangkat Desa Glagaharjo. Data sekunder yang
diperlukan adalah dokumen rencana kontigensi, peta jaringan jalan evakuasi, data matriks asal
tujuan, data populasi dan data kendaraan. Selanjutnya, dilakukan pemodelan dan analisis kapasitas
dan volume menggunakan software PTV Visum. PKJI 2023 juga menjadi rujukan untuk
menganalisis kinerja jaringan jalan evakuasiyang berupa derajat kejenuhan dan kecepatan.
Hasil kinerja jalan evakuasi pada kondisi normal cukup baik dengan nilai derajat kejenuhan
(Dj) sebesar 0,27 dengan kecepatan rata-rata MP (VMP) sebesar 42 km/jam, sedangkan pada kondisi
emergency dengan skenario pemerintah terjadi kemacetan dengan nilai Dj sebesar 0,897 dan VMP
sebesar 25 km/jam. Pengembangan dilakukan dengan dua alternatif metode yaitu alternatif 1 metode
one way dan alternatif 2 metode one way with mutual assistance. Pada alternatif 1 Dj jalan evakuasi
turun menjadi 0,443 dan VMP naik menjadi 36 km/jam. Pada alternatif 2 Dj turun menjadi 0,392 dan
VMP naik menjadi 38 km/jam. Hasil pemodelan menunjukkan alternatif 2 dapat menurunkan
kemacetan yang lebih baik daripada skenario dari pemerintah dan alternatif 1.
Collections
- Civil Engineering [4758]
