Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Jamur Endofit yang Diisolasi dari Houttuynia Cordata dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)
Abstract
Latar belakang: Untuk menstabilkan radikal bebas dan mencegah stres oksidatif dibutuhkan antioksidan. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu Houttuynia cordata (H. cordata) yang mengandung beraneka ragam senyawa kimia. Jamur endofit sebagai sumber baru senyawa bioaktif memiliki aplikasi penting dalam bidang pertanian dan pengobatan. H. cordata adalah sumber tanaman yang signifikan untuk jamur endofit. DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) merupakan metode yang sering digunakan untuk evaluasi aktivitas antioksidan. DPPH adalah reagen radikal bebas yang relatif aman, murah, mudah, stabil dan cara kerjanya mudah.
Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak jamur endofit yang diisolasi dari H. cordata dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Metode: Jamur diisolasi dari tanaman H. cordata Thunb. Ekstraksi jamur endofit dilakukan menggunakan metode Ultrasound-assisted Extraction (UAE) dengan etil asetat p.a sebagai pelarut. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakann metode DPPH. Analisis aktivitas antioksidan dilakukan dengan menghitung nilai Inhibition Concentration (IC50).
Hasil: Hasil uji aktivitas antioksidan jamur endofit yang diisolasi dari H. cordata yaitu lebih dari 1000 ppm untuk strain HCS-2, HCL-1, dan HCL-12. Sedangkan 943,439 ppm untuk strain HCS-3. Berdasarkan nilai IC50 maka aktivitas antioksidan dari keempat jamur tersebut dikategorikan tidak aktif.
Kesimpulan: Jamur endofit yang diisolasi dari H. cordata tidak memiliki aktivitas antioksidan.
Collections
- Pharmacy [1896]
