Sensor Kolorimetri untuk Deteksi 3-monokloropropana-1,2-diol menggunakan Perak Nanopartikel Terfungsionalisasi
Abstract
Indonesia merupakan negara agraris memiliki potensi kelapa sawit sebagai sektor
penting untuk produksi minyak goreng. Proses deodorasi pada pembuatan minyak
sawit merupakan proses pemanasan bersuhu tinggi yaitu 225°C selama 3 jam yang
menyebabkan terbentuknya senyawa 3-Monoklopropana-1,2-diol (3-MCPD).
Senyawa ini berbahaya dan berisiko terhadap gangguan kesehatan manusia seperti
gangguan ginjal, kanker, dan reproduksi. Metode sensor kolorimetri berbasis perak
nanopartikel terfungsionalisasi merupakan metode yang tepat untuk mendeteksi
senyawa 3-MCPD secara cepat, akurat, dan biaya yang rendah. Ekstrak kayu secang
merupakan agen reduktor alam dalam sintesis hijau perak nanopartikel (AgNPs)
serta memberikan metode yang ramah dan biaya rendah. Perak nanopartikel
(AgNPs) memberikan sensitifiitas yang tinggi terhadap sensori optik melalui
fenomena surface plasmon resonance (SPR). Fungsionalisasi permukaan AgNPs
dengan senyawa silane bertujuan untuk meningkatkan afinitas dan selektivitas
terhadap senyawa 3-MCPD dan dapat memeperkuat sensori kolorimetri. Hasil
validasi metode telah memenuhi syarat keberterimaan, hasil tersebut menunjukan
linieritas (R2
) 0,9978, limit of detection (LOD) menghasilkan 49,2547 mg/kg dan
limit of quantification (LOQ) 164,1824 mg/kg, nilai %RSD diperoleh sebesar
1,97% dengan kadar sampel sebesar 442,0010 mg/kg, nlai %Recovery diperoleh
sebesar 96,19%, dan nilai estimasi ketidakpastian diperoleh yaitu 442,0010 ±
39,6397 mg/kg. Hasil tersebut membuktikan bahwa kandungan senyawa 3-MCPD
dapat dilakukan dengan metode sensor kolorimetri perak nanopartikel
terfungsionalisasi. Berdasarkan hasil tersebut bahwa sensor tersebut dapat
dikembangkan dalam bidang ini.
Collections
- Chemical Analyst [441]
