Show simple item record

dc.contributor.authorRachmadsyah, Azriel Muvasa
dc.date.accessioned2025-10-09T06:41:48Z
dc.date.available2025-10-09T06:41:48Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58144
dc.description.abstractDalam posisi geografis yang strategis Nepal menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan otonomi daerahnya dan mendorong kemajuan negaranya. Situasi ini diperparah dengan adanya tawaran-tawaran proyek pembangunan berskala besar dari Amerika Serikat dan Tiongkok. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana Nepal menyikapi Millennium Challenge Corporation (MCC) dari Amerika Serikat dan Belt and Road Initiative (BRI) dari Tiongkok. Dengan menggunakan kerangka strategi hedging Alfred Gerstl, penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan memahami pilihan-pilihan kebijakan luar negeri yang diambil oleh Nepal dalam periode 2017 hingga 2024. Hubungan Nepal dengan Tiongkok diharapkan akan mendatangkan manfaat ekonomi dan perdagangan melalui BRI. Masalah diplomasi debt trap muncul ketika negara peminjam gagal mengembalikan uang pinjaman dengan benar. Hedging dengan Tiongkok dan Amerika Serikat dapat bermanfaat bagi Nepal jika mengadopsi strategi investasi yang baik. Untuk menghindari diplomasi debt trap dari Amerika Serikat dan Tiongkok, uang pinjaman harus diinvestasikan dalam portofolio yang tepat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNepalen_US
dc.subjectStrategi Hedgingen_US
dc.subjectMillennium Challenge Corporation (MCC)en_US
dc.subjectBelt and Road Initiative (BRI)en_US
dc.titleHedging Between Giants: Analisis Pilihan Kebijakan Luar Negeri Nepal dalam menghadapi Persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok (2017-2024)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323212


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record