Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Pelajar Tentang Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Antibiotik pada Siswa/i SMA Negeri 5 Pekanbaru
Abstract
Latar belakang: Penggunaan antibiotik yang tidak rasional di kalangan pelajar
berpotensi menyebabkan resistensi antibiotik. Kurangnya pengetahuan siswa
mengenai penggunaan antibiotik yang tepat menjadi penyebab utama. Edukasi
dianggap penting untuk meningkatkan pemahaman siswa, namun efektivitasnya
masih bervariasi dan perlu diteliti lebih lanjut agar strategi edukasi lebih tepat
sasaran.
Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri 5 Pekanbaru tentang
konsep dapatkan, gunakan, simpan, buang (DAGUSIBU) antibiotik serta pengaruh
edukasi terhadap peningkatan pengetahuannya.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen dengan pendekatan
non randomized pretest-posttest with control group design. Responden adalah
siswa SMA Negeri 5 Pekanbaru. Instrumen berupa kuesioner berbentuk kertas yang
diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Metode edukasi yang digunakan
merupakan video animasi yang berisi informasi terkait definisi dan DAGUSIBU
antibiotik. Analisis uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai pretest
dan posttest pada kelompok perlakuan, serta uji Mann-Whitney digunakan untuk
membandingkan skor posttest antara kelompok perlakuan dan kontrol.
Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan (p < 0,05) pada tingkat pengetahuan
siswa tentang DAGUSIBU antibiotik setelah diberikan edukasi dengan video
animasi. Kelompok perlakuan menunjukkan skor pengetahuan yang lebih baik
dibandingkan kontrol.
Kesimpulan: Edukasi menggunakan video animasi efektif meningkatkan
pengetahuan siswa SMA Negeri 5 Pekanbaru tentang penggunaan antibiotik dengan
prinsip DAGUSIBU.
Collections
- Pharmacy [1896]
