Determinan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien TB di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang
Abstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di
Indonesia, dengan tingkat kepatuhan pengobatan yang rendah menjadi salah satu
tantangan utama. Lingkungan padat seperti pondok pesantren berpotensi
meningkatkan risiko penularan TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
determinan yang memengaruhi kepatuhan pengobatan TB pada santri di Pondok
Pesantren API Tegalrejo Magelang.
Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam kepatuhan pengobatan
TB pada santri di lingkungan pesantren.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan,
meliputi santri penderita TB, kepala kamar, petugas kesehatan pondok, kepala
pondok, dan pimpinan pondok. Analisis data mengacu pada kerangka teori
PRECEDE-PROCEED.
Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pengobatan TB
dipengaruhi oleh beberapa faktor berupa faktor predisposisi berupa pengetahuan dan
sikap santri terhadap TB, faktor pendukung seperti akses layanan kesehatan dan
peran pengawas minum obat, serta faktor pendorong berupa dukungan sosial dari
lingkungan pesantren. Dukungan sosial, terutama dari teman sebaya dan pengurus
pondok, menjadi faktor kunci dalam mempertahankan kepatuhan.
Kesimpulan: Upaya peningkatan kepatuhan pengobatan TB di pondok pesantren
memerlukan pendekatan holistik yang mencakup edukasi kesehatan, penguatan
sistem layanan kesehatan, dan pemberdayaan peran komunitas.
Collections
- Medical Education [2860]
