| dc.description.abstract | Sungai Citarum merupakan sumber air utama di Jawa Barat yang mengalami
pencemaran berat akibat limbah domestik dan industri. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi tingkat toksisitas air Sungai Citarum bagian
hilir terhadap embrio ikan zebra (Danio rerio) menggunakan metode Fish
Embryo Toxicity (FET) sesuai OECD 236 Tahun 2013, serta menilai
kandungan parameter kimia berupa COD, Pb, SO4, dan Cr6+ terhadap baku
mutu yang berlaku. Sampel air diambil dari tiga titik lokasi menggunakan
metode grab sampling pada musim kemarau Agustus 2024. Uji dilakukan
selama 96 jam pemaparan dengan pemantauan parameter toksik setiap 24
jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi beberapa respon
subletal seperti keterlambatan perkembangan embrio dan kelainan morfologi,
tidak ditemukan pola hubungan yang signifikan antara peningkatan
konsentrasi air sungai dengan tingkat kematian embrio, sehingga LC50 tidak
dapat dihitung. Hal ini mengindikasikan bahwa toksisitas air bersifat rendah
terhadap kematian akut, namun masih berpotensi menimbulkan dampak
biologis non-fatal. Dari hasil uji kualitas air, diketahui bahwa kadar parameter
COD melebihi ambang batas baku mutu air berdasarkan PP No. 22 Tahun
2021 pada beberapa titik uji. Namun, diantara empat parameter kimia yang
diuji, hanya Cr6+ yang menunjukkan hubungan signifikan dengan respon
toksik embrio. Data ini penting untuk pengawasan kualitas air dan
penanganan pencemaran secara berkelanjutan. | en_US |