| dc.description.abstract | Latar belakang: RSUD dr. Soedirman Kabupaten Kebumen mengalami
peningkatan jumlah pasien dengan diagnosis depresi dari tahun 2023-2024
sebesar 8,55%. Pengetahuan dan keyakinan pasien terhadap pengobatan gangguan
depresi memengaruhi keberhasilan pengelolaan depresi. Depresi yang tidak
ditangani dengan baik dapat meningkatkan kejadian bunuh diri.
Tujuan: untuk mengetahui pengetahuan dan keyakinan pasien terkait pengobatan
gangguan depresi di RSUD dr. Soedirman Kabupaten Kebumen.
Metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan studi cross sectional.
Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2025. Penelitian ini dilakukan
menggunakan kuesioner terkait pengetahuan dan Beliefs about Medicines
Questionnaire (BMQ) yang diolah dan dianalisis dengan tiga pendekatan yaitu
analisis univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil: Rata-rata skor pengetahuan pasien yaitu 9,57±2,09. Rata-rata skor
keyakinan aspek necessity 14,86±3,71, concern 14,73±2,91, overuse 8,38±1,96,
dan harm 12,46±2,78. Durasi penyakit memengaruhi pengetahuan (p=0,033).
Status pernikahan memengaruhi keyakinan aspek necessity (p=0,019) dan overuse
(p=0,037). Tidak terdapat korelasi antara pengetahuan dan keyakinan terkait
pengobatan gangguan depresi.
Kesimpulan: Sebagian besar pasien memiliki pengetahuan yang cukup dan
keyakinan yang lemah pada keempat aspek keyakinan. Pengetahuan dipengaruhi
oleh durasi penyakit. Sedangkan keyakinan pada aspek necessity dan overuse
dipengaruhi oleh status pernikahan. Selain itu, Tidak terdapat korelasi antara
pengetahuan dan keyakinan pasien terkait pengobatan gangguan depresi. | en_US |