Show simple item record

dc.contributor.authorSeptiani, Retno
dc.date.accessioned2025-10-07T07:06:25Z
dc.date.available2025-10-07T07:06:25Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58079
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji perubahan kebijakan luar negeri Turki dalam merespons krisis pengungsi Suriah sejak tahun 2011. Turki awalnya menerapkan Open Door Policy sebagai bentuk komitmen kemanusiaan. Namun, kebijakan ini berubah menjadi Closed Door Policy akibat tantangan domestik seperti tekanan ekonomi dan ancaman keamanan. Pendekatan teori Foreign Policy Analysis yang digunakan dalam penelitian ini memaparkan bahwa kebijakan Turki dipengaruhi oleh tiga dimensi: struktural, disposisional, dan intentional. Dimensi struktural mencakup tekanan eksternal, disposisional mencakup nilai dan persepsi pemimpin Turki, sementara intentional mencakup tujuan strategis kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Turki melalui tiga fase utama: kebijakan pintu terbuka, registrasi dan perlindungan sementara, serta integrasi dan repatriasi sukarela, memberikan dampak sosial, ekonomi, dan politik yang signifikan. Di satu sisi, kebijakan ini menunjukkan komitmen kemanusiaan, namun juga menimbulkan tantangan domestik yang harus dihadapi Turki.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTurkien_US
dc.subjectKonflik Suriahen_US
dc.subjectKebijakan Luar Negerien_US
dc.subjectPengungsi Suriahen_US
dc.subjectOpen Door Policyen_US
dc.subjectClosed Door Policyen_US
dc.titleKebijakan Pemerintah Turki di Masa Erdogan Menutup Perbatasannya Terhadap Suriah pada Tahun 2015en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323297


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record