| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji perubahan kebijakan luar negeri Turki dalam merespons
krisis pengungsi Suriah sejak tahun 2011. Turki awalnya menerapkan Open Door
Policy sebagai bentuk komitmen kemanusiaan. Namun, kebijakan ini berubah
menjadi Closed Door Policy akibat tantangan domestik seperti tekanan ekonomi
dan ancaman keamanan. Pendekatan teori Foreign Policy Analysis yang digunakan
dalam penelitian ini memaparkan bahwa kebijakan Turki dipengaruhi oleh tiga
dimensi: struktural, disposisional, dan intentional. Dimensi struktural mencakup
tekanan eksternal, disposisional mencakup nilai dan persepsi pemimpin Turki,
sementara intentional mencakup tujuan strategis kebijakan tersebut. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Turki melalui tiga fase utama: kebijakan
pintu terbuka, registrasi dan perlindungan sementara, serta integrasi dan repatriasi
sukarela, memberikan dampak sosial, ekonomi, dan politik yang signifikan. Di satu
sisi, kebijakan ini menunjukkan komitmen kemanusiaan, namun juga menimbulkan
tantangan domestik yang harus dihadapi Turki. | en_US |