| dc.description.abstract | Latar belakang: Kesehatan mental menjadi isu krusial di Indonesia yang
melibatkan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial. Sebagian besar remaja
mengalami masalah kesehatan mental, namun hanya sebagian yang mendapatkan
dukungan. Apoteker komunitas memiliki peran penting dalam mendukung
kesehatan mental melalui edukasi dan rujukan. Peran apoteker dalam mendukung
kesehatan mental belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan sikap yang
dimiliki. Kendala utama yang dihadapi adalah minimnya pelatihan khusus terkait
kesehatan mental.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dan
sikap apoteker komunitas terhadap kesehatan mental di wilayah Kota Mataram.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif observasional
dengan desain Cross-Sectional. Pengolahan data menggunakan analisis univariat,
bivariat dengan uji korelasi spearman dan chi-square, analisis multivariat dengan
uji regresi logistik.
Hasil: Rata-rata skor pengetahuan apoteker yaitu 63,30 (SD±8,35) dan rata-rata
skor sikap yaitu 40,81 (SD±3,30). Sedangkan, faktor-faktor yang mempengaruhi
pengetahuan tersebut yaitu pengalaman pribadi (p=0,047). Faktor-faktor yang
mempengaruhi sikap yaitu pelatihan (0,014). Terdapat korelasi positif antara skor
pengetahuan dan skor sikap apoteker (p=0,039, r=0,233).
Kesimpulan: Sebagian besar apoteker memiliki pengetahuan yang baik dan sikap
positif terhadap Kesehatan mental. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
tersebut yaitu pengalaman peribadi. Sedangkan, aktor-faktor yang mempengaruhi
sikap yaitu pelatihan. Terdapat korelasi positif antara pengetahuan dan sikap
apoteker. | en_US |