| dc.description.abstract | Saat ini kawasan hutan mangrove terancam dengan adanya sampah plastik dari laut
yang terperangkap di dalam dan sekitar akar pohon mangrove. Terlebih lagi Hutan
mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak telah
mengalami degradasi yang disebabkan oleh banjir rob, abrasi dan aktivitas
antropogenik yang terjadi di daratan seperti alih fungsi lahan, pertanian dan
aktivitas rumah tangga yang menghasilkan limbah domestik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengindentifikasi kandungan mikroplastik berdasarkan jumlah
kelimpahan, bentuk, dan warna pada sedimen mangrove serta jenis polimer yang
terkandung pada mikroplastik yang ada di Lokasi Mangrove Undegraded dan
Mangrove Degraded. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode
purposive sampling. Analisis dilakukan dengan metode Density Separation, Wet
Peroxide Oxidation (WPO), pengamatan mikroskop, pengujian menggunakan
FTIR, dan pengamatan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian
menunjukkan jumlah kelimpahan lokasi Mangrove Degraded memiliki kelimpahan
lebih tinggi dengan jumlah rata-rata 23,62/gr dibandingkan lokasi Mangrove
Undegraded yang hanya 17,94/gr. Jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu
fragment, pellet, film, dan fiber. Variasi warna yang ditemukan yaitu transparan,
cokelat, merah, hitam, biru, hijau, dan kuning. Berdasarkan hasil analisis FT-IR
pada seluruh sampel, didapatkan jenis polimer berupa Polyamide (PA),
Polyethylene terephthalate (PET) Polypropylene (PP), Polycarobante (PC),
Polystyrene (PS), Polyethylene (PE). Pengamatan SEM menunjukan variasi
morfologi pada permukaan mikroplastik seperti permukaan yang kasar dan halus,
adanya jejak pengelupasan, serta memiliki retakan atau pori-pori yang menunjukan
tanda degradasi akibat lingkungan. | en_US |