| dc.description.abstract | Latar Belakang: Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat memberikan
dampak negatif terhadap kulit seperti penuaan dini, eritema, hiperpigmentasi,
bahkan kanker kulit. Tabir surya merupakan salah satu bentuk proteksi penting
yang direkomendasikan secara global untuk mencegah efek buruk paparan sinar
UV. Namun, efektivitas penggunaan tabir surya dipengaruhi oleh pengetahuan
individu mengenai cara dan waktu pemakian yang benar. Kurangnya pemahaman
individu terkait fungsi, frekuensi dan teknik aplikasi yang tepat dapat menyebabkan
penggunaan tabir surya menjadi tidak optimal, sehingga perlindungan yang
dihasilkan menjadi kurang maksimal. Hal ini mendorong dilakukannya penelitian
untuk menilai hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan
tabir surya pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
angkatan 2022-2023.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan
terhadap perilaku penggunaan tabir surya pada mahasiswa fakultas kedokteran
UII Angkatan 2022-2023
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik
dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Indonesia angkatan 2022-2023 yang dipilih
menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui
kuesioner daring yang terdiri dari 15 pertanyaan tingkat pengetahuan dan 8
pertanyaan perilaku penggunaan tabir surya. Data dianalisis menggunakan uji Chi-
square.
Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan (80,5%). Terdapat hubungan
signifikan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan tabir surya (p = 0,033;
OR = 3,214), serta antara jenis kelamin dan perilaku (p = 0,003; OR = 0,184).
Mahasiswa dengan pengetahuan baik cenderung berperilaku baik, dan laki-laki
memiliki kemungkinan lebih rendah untuk berperilaku baik dibanding perempuan.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap
perilaku penggunaan tabir surya | en_US |