Uji Toksisitas Limbah Domestik pada IPAL Komunal di Kecamatan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap Embrio Ikan Zebra (Danio rerio) Menggunakan Metode Fish Embryo Toxicity (FET)
Abstract
Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari aktivitas hidup
sehari-hari manusia yang berhubungan dengan pemakaian air. Pelepasan
limbah yang tidak diolah atau tidak diolah dengan benar dapat
membahayakan kualitas air penerima, mengganggu keseimbangan
lingkungan, menimbulkan risiko bagi kesehatan serta menjadi sumber utama
pencemaran air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil ketoksikan
akut, kualitas parameter fisik kimia, serta keterkaitan antara hasil uji toksisitas
dengan kualitas parameter fisik kimia limbah influent dan effluent di IPAL
Komunal Manden. Uji toksisitas menggunakan metode FET berdasarkan
OECD 236. Pengujian menggunakan embrio ikan zebra yang terbagi menjadi
8 kelompok uji dengan 6 perlakuan sampel influen dan efluen air limbah
IPAL Komunal (3,1%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 100%), 1 kelompok kontrol
positif (3,4 Dichloroaniline), dan 1 kelompok kontrol negatif (dilution water).
Masing-masing larutan uji diamatisetiap 24 hingga 96 jam kemudian dihitung
nilai LC50 nya. Dilakukan analysis kimia parameter suhu, Ph, TSS, TDS,
BOD, COD, Ammonia, minyak lemak, detergen, dan total coliform. Hasil uji
toksisitas menunjukkan bahwa sampel air limbah pada konsentrasi tertinggi
100% mampu menghasilkan mortalitas embrio sebesar 18 – 20 embrio serta
abnormalitas. Beberapa parameter uji kimia belum memenuhi baku mutu
dalam Perda DIY No.7 Tahun 2016. Berdasarkan pengujian, diperoleh nilai
LC50 influen air limbah sebesar 30,2% sedangkan LC50 efluen air limbah
sebesar 65,6%. Artinya karakteritik air limbah berkaitan dengan tingkat
toksisitas hewan uji.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
