| dc.description.abstract | Pembusukan sampah menghasilkan gas rumah kaca seperti metana (CH4) dan
karbondioksida (CO2) yang berkontribusi pada perubahan iklim. Penelitian
ini memiliki tujuan menghitung potensi gas rumah kaca yang dihasilkan dari
proses degradasi sampah di TPS dan Depo D.I. Yogyakarta menggunakan
Metode IPCC, menganalisis konsentrasi gas rumah kaca dari hasil sampling
lapangan, serta membandingkan konsentrasi pada masing-masing lokasi.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perhitungan potensi emisi
berdasarkan Metode IPCC Tier-2 dan pengambilan sampel lapangan
menggunakan CO2 Analyzer untuk parameter CO2 serta vacuum chamber
yang kemudian dilakukan analisis laboratorium menggunakan GC-FID untuk
parameter CH4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Depo Pringgokusuman
memiliki potensi emisi gas rumah kaca tertinggi dengan Metode IPCC, yaitu
0,060 ton CH4 /hari dan 3,14 ton CO2 /hari. Dalam skenario pengolahan,
semakin besar persentase pengolahan, maka akan semakin kecil potensi emisi
yang dihasilkan. Hasil sampling lapangan menunjukkan bahwa konsentrasi
CH4 umumnya berada di bawah baku mutu, kecuali pada lokasi TPS 3R
Brama Muda yang menunjukkan hasil paling tinggi, tetapi data tersebut
dinilai tidak valid karena adanya kontaminasi pada alat sampling. Sedangkan
konsentrasi CO2 yang terbaca dalam rentang udara tercemar menurut WHO.
Oleh karena itu, upaya pengurangan dan pemanfaatan gas rumah kaca dari
pengelolaan sampah sangat penting dilakukan sebagai mitigasi perubahan
iklim. | en_US |