Analisis Dispersi Ozon (O3) Udara Ambien di Kawasan Budaya, Kota Yogyakarta Menggunakan AERMOD
Abstract
Pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Yogyakarta menunjukkan tren yang
signifikan dan diiringi dengan peningkatan aktivitas kendaraan bermotor, terutama
di kawasan budaya. Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas udara, salah
satunya ditunjukkan oleh meningkatnya konsentrasi ozon (O3). Penelitian ini
bertujuan untuk menghitung nilai beban emisi perkusor ozon (O3), mengukur secara
aktual polutan ozon (O3) menggunakan instrumen impinger, dan memodelkan pola
dispersi ozon (O3) menggunakan perangkat lunak AERMOD. Inventarisasi emisi
dilakukan pada 10 ruas jalan yang menjadi lokasi penelitian dengan menggunakan
data volume kendaraan dan karakteristik jalan. Hasil perhitungan dari beban emisi
perkusor yaitu NOx dan CO menunjukkan bahwa beban emisi ozon (O3) tertinggi
terdapat pada Jalan Brigjen Katamso, yaitu sebesar 21,639 gram/detik. Konsentrasi
ozon (O3) aktual yang diukur menunjukkan nilai 18,73 μg/m3 dan 22,63 μg/m3 pada
dua titik pengamatan di Jalan Bantul dan Jalan DI Panjaitan, sedangkan hasil
pemodelan menunjukkan konsentrasi sebesar 27,18 μg/m3 dan 53,01 μg/m3 pada
kedua titik yg mendekati titik aktual pengujian. Pola dispersi ozon (O3) sejalan
dengan arah angin dominan menuju tenggara dengan kecepatan rata-rata 1,91 m/s.
Hasil validasi model menunjukkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar
24,45 μg/m3, yang merepresentasikan adanya deviasi yang masih cukup tinggi
antara hasil pengukuran dan pemodelan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian
lanjutan dengan jumlah titik pengambilan sampel yang lebih banyak serta
pengaturan waktu pengambilan data yang lebih tepat untuk memperoleh hasil yang
lebih akurat dan representatif.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
