Hubungan Antara Stigma Diri dengan Perilaku Mencari Bantuan (Help Seeking Behavior) Kesehatan Mental Melalui Layanan Konseling Digital pada Mahasiswa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stigma diri dengan perilaku
mencari bantuan (help-seeking behavior) kesehatan mental melalui layanan konseling
digital pada mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya
prevalensi masalah kesehatan mental pada mahasiswa dan rendahnya kecenderungan
mereka untuk mencari bantuan psikologis, yang diduga dipengaruhi oleh stigma diri.
Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Jumlah
partisipan dalam penelitian ini sebanyak 207 mahasiswa aktif di Indonesia yang
mengetahui layanan konseling digital, diperoleh melalui teknik purposive sampling.
Instrumen yang digunakan meliputi General Help-Seeking Behavior (GHSQ) dan Self
Stigma of Seeking Help (SSOSH). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi
Spearman karena data tidak terdistribusi normal dan tidak linear. Hasil analisis
menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stigma diri dengan
perilaku mencari bantuan (r = -0,067; p = 0,169). Meskipun demikian, arah hubungan
negatif mendukung hipotesis awal bahwa semakin negatif stigma diri, maka semakin
rendah kecenderungan untuk mencari bantuan. Temuan ini mengindikasikan bahwa
stigma diri bukan merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi perilaku mencari
bantuan melalui layanan konseling digital pada mahasiswa.
Collections
- Psychology [243]
