Pengaruh Pemanasan Terhadap Karakteristik Dissolved Organic Matter (DOM) pada Air dengan Metode Spektrofluorometer
Abstract
Air merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia, sehingga
kualitas harus menjadi perhatian utama. Salah satu komponen penting yang
memengaruhi kualitas air adalah Dissolved Organic Matter (DOM), yang
dapat berubah karakteristiknya akibat perlakuan tertentu, seperti pemanasan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan karakteristik DOM
dan mengetahui pengaruh dari pemanasan tersebut terhadap konsentrasi
DOM pada air. Pengujian dilakukan di Laboratorium Kualitas Lingkungan
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII, dengan parameter yang
diuji seperti fluorescence excitation-emission matrix (FEEM), UV254, dan
dissolved organic carbon (DOC). Analisis data dilakukan dengan metode
peak picking dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada sampel air sumur, komponen tyrosine-like cenderung mengalami
degradasi, sementara fraksi fulvic-like, humic-like, dan allochthonous tidak
hanya menunjukkan penurunan tetapi juga fenomena peningkatan intensitas
fluoresensi pada suhu tertentu. Pada sampel air PDAM, seluruh komponen
DOM mengalami penurunan intensitas seiring peningkatan suhu, yang
mengindikasikan terjadinya degradasi termal. Sementara itu, pada sampel air
embung, fraksi tyrosine-like dan tryptophan-like mengalami penurunan,
namun komponen fulvic-like, humic-like, dan allochthonous relatif lebih
stabil dan bahkan menunjukkan peningkatan intensitas fluoresensi setelah
pemanasan. Adapun pada sampel air rendaman daun dan soil organic matter,
semua fraksi DOM menunjukkan perubahan yang fluktuatif. Untuk parameter
DOC, hubungan yang cukup kuat akibat pemanasan hanya terlihat pada
sampel air sumur dan air rendaman daun.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
