Pra Rancangan Pabrik Parasetamol dari Para-aminofenol dan Asetat Anhidrat dengan Kapasitas 5.000 Ton/tahun
Abstract
Indonesia merupakan negara dengan penduduk mencapai 264 juta jiwa. Hal ini
mengakibatkan kebutuhan akan obat-obatan juga besar. Bahan aktif obat yang
sering digunakan adalah parasetamol. Kebutuhan parasetamol di Indonesia masih
sangat tergantung pada impor. Mengingat besarnya kebutuhan parasetamol maka
produksi parasetamol menarik untuk ditinjau. Untuk memenuhi kebutuhan dalam
negeri, maka dirancang pabrik parasetamol dengan kapasitas 5.000 ton/tahun.
Dengan memperhatikan faktor ketersedian bahan baku, transportasi, tenaga kerja,
pemasaran, dan utilitas, maka lokasi pabrik yang dipilih adalah di Kawasan Industri
Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, di atas lahan seluas 1,44 hektar dan
mempekerjakan sekitar 153 karyawan. Proses utama yang digunakan adalah
asetilasi dari para-aminofenol dan asetat anhidrat menggunakan reaktor Continuous
Stirred Tank Reactor (CSTR) pada suhu 108°C dan tekanan 1 atm. Bahan baku
para-aminofenol yang dibutuhkan sebesar 494,05 kg/jam dan asetat anhidrat
sebesar 689,98 kg/jam, menghasilkan produk parasetamol sebesar 631,313 kg/jam
serta produk samping berupa campuran asam asetat, asetat anhidrat dan air. Pabrik
beroperasi selama 330 hari per tahun dan 24 jam per hari. Kebutuhan utilitas
mencakup air sebesar 69.642,74 kg/jam, steam sebesar 2.088,31 kg/jam, listrik
sebesar 418,31 kW, dan solar sebesar 188,62 kg/jam. Berdasarkan analisis resiko,
pabrik ini dikategorikan low risk. Sejalan dengan hasil penilaian tersebut,
pendekatan low risk juga diterapkan dalam analisis evaluasi ekonomi pabrik. Hasil
evaluasi ekonomi menunjukkan profit setelah pajak sebesar Rp32,53 miliar/tahun
dengan ROI setelah pajak 19%, POT 3,4 tahun, BEP 56,32%, SDP 33%, dan
DCFRR 19%. Berdasarkan parameter ekonomi dan teknis tersebut, pabrik
parasetamol dari para-aminofenol dan asetat anhidrat dinyatakan layak untuk
didirikan.
Collections
- Chemical Engineering [1392]
