Kepuasan Kerja Sebagai Mediator dari Pengaruh Person-Job Fit Terhadap Komitmen Organisasi: Penelitian terhadap Karyawan Generasi Z di Perusahaan Start-Up
Abstract
Karyawan Generasi Z dikenal sebagai generasi karyawan yang mudah meninggalkan organisasi
setiap kali mereka merasa ada pilihan pekerjaan yang lebih baik dan sesuai dengan minat mereka.
Realitas ini terkait dengan kondisi komitmen organisasi yang rendah. Komitmen organisasi ditentukan
oleh kesesuaian antara individu dengan pekerjaannya (person-job fit). Mereka yang merasa cocok
cenderung lebih puas dengan pekerjaannya, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk lebih
berkomitmen pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara person-
job fit dengan komitmen organisasi, dan untuk mengetahui apakah hubungan tersebut dimediasi oleh
kepuasan kerja. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini meliputi skala komitmen organisasi oleh
Allen dan Mayer (1996) yang terdiri dari 18 item, skala person-job fit oleh Brkich, Jeffs & Careless (2002)
yang terdiri dari 9 item dan skala kepuasan kerja oleh Weiss et al. (1967) yang terdiri dari 20 item. Hasil
analisis mediasi terhadap 236 karyawan Generasi Z menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan
sebagai mediator parsial dalam hubungan antara person-job fit dengan komitmen organisasi. Semakin
tinggi kecocokan antara orang dan pekerjaan, semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawan, yang
kemudian mempengaruhi peningkatan komitmen organisasi. Namun demikian, meskipun tanpa
perantaraan kepuasan kerja, person-job fit memiliki efek langsung pada komitmen organisasi. Dari
temuan studi ini, disarankan agar organisasi mempertimbangkan dengan lebih serius kecocokan antara
karyawan Gen Z dan tugas/pekerjaan yang mereka hadapi, karena hal tersebut terbukti mempengaruhi
komitmen organisasi mereka.
Collections
- Master of Psychology [494]
