Peran Resiliensi sebagai Mediator antara Tipe Kepribadian Conscientiousness dan Extraversion dengan Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran resiliensi sebagai mediator dalam hubungan antara
tipe kepribadian (extraversion dan conscientiousness) dengan kesejahteraan subjektif pada
mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 325 mahasiswa (Musia = 19,91
tahun; Nlaki-laki = 189, Nperempuan = 136) yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen
yang digunakan meliputi Connor-Davidson Resilience (CD-RISC 10), subskala extraversion dan
conscientiousness dari NEO Five-Factor Inventory (NEO-FFI), serta Satisfaction with Life Scale
(SWLS) untuk mengukur kesejahteraan subjektif. Hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa
resiliensi secara signifikan memediasi hubungan antara kedua dimensi kepribadian tersebut
dengan kesejahteraan subjektif. Pada jalur extraversion, efek tidak langsung melalui resiliensi
signifikan (β = 0.1510, p < .001), sementara efek langsung tidak signifikan (β = 0.0615, p =
0.236). Begitu pula pada jalur conscientiousness, efek tidak langsung signifikan (β = 0.2206, p <
.001), dan efek langsung tidak signifikan (β = 0.0815, p = 0.353). Dengan demikian, kontribusi
extraversion dan conscientiousness terhadap kesejahteraan subjektif terjadi sepenuhnya melalui
resiliensi. Penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi merupakan mekanisme psikologis adaptif
yang penting, menjembatani pengaruh kepribadian terhadap kesejahteraan subjektif mahasiswa.
Implikasi praktis dari hasil ini mendorong perlunya program penguatan resiliensi dalam upaya
peningkatan kesejahteraan psikologis di kalangan mahasiswa.
Collections
- Psychology [243]
