Pola Asuh Otoriter dan Regulasi Emosi Pada Remaja
Abstract
Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan adanya perubahan
emosional yang kompleks. Regulasi emosi menjadi aspek penting dalam menghadapi
tantangan psikologis pada masa ini. Salah satu faktor yang berpengaruh pada regulasi emosi
yaitu pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola
asuh otoriter dan regulasi emosi pada remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif
korelasional dengan partisipan berjumlah 204 remaja berusia 18–23 tahun yang diasuh oleh
kedua orang tua. Instrumen yang digunakan adalah Parental Authority Questionnaire (PAQ)
untuk mengukur pola asuh otoriter dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk
mengukur regulasi emosi. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif
yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan regulasi emosi, dengan hasil uji korelasi nilai
koefisien pearson’s r 0.375 dengan p=<.001 (p<.001), dan pada variabel pola asuh otoriter
ibu dan aspek regulasi emosi expressive supression, memiliki nilai koefisien pearson’s r
sebesar 0.383 dengan p=<.001 (p<.001), yang berarti kedua variabel berkorelasi positif. Hasil
uji korelasi antara variabel pola asuh otoriter ayah dan aspek regulasi emosi cognitive
reappraisal, memiliki nilai koefisien pearson’s r 0.289 dengan p=<.001 (p<.001), dan pada
variabel pola asuh otoriter ibu dan aspek regulasi emosi expressive supression, memiliki nilai
koefisien pearson’s r sebesar 0.310 dengan p=<.001 (p<.001). Temuan ini menunjukkan
bahwa hipotesis diterima.
Collections
- Psychology [243]
