Show simple item record

dc.contributor.authorRachmat, Arriyan Fadhil
dc.date.accessioned2025-10-01T04:07:57Z
dc.date.available2025-10-01T04:07:57Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57947
dc.description.abstractRemaja akhir merupakan tahap perkembangan yang penuh tekanan, terutama saat kurangnya peran orang tua. Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh dalam pembentukan kesehatan mental remaja adalah pola asuh orang tua. Pola asuh otoriter, yang ditandai dengan kontrol tinggi dan minimnya dukungan emosional, diduga berkontribusi terhadap peningkatan risiko gangguan psikologis, termasuk depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dan kecenderungan depresi pada remaja akhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 245 remaja akhir, laki-laki maupun perempuan, usia 18-21 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi skala pola asuh otoriter berdasarkan versi pendek dari Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ-SF dan skala depresi dari Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikan antara pola asuh otoriter dengan kecenderungan depresi pada remaja akhir. Maka hipotesis diterima.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKecenderungn Depresien_US
dc.subjectPola Asuh Otoriteren_US
dc.subjectRemaja Akhiren_US
dc.titlePola Asuh Otoriter dan Tingkat Kecenderungan Depresi pada Remaja Akhiren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21320036


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record