Show simple item record

dc.contributor.authorKosasi, Iqrani Dyah
dc.date.accessioned2025-10-01T02:57:17Z
dc.date.available2025-10-01T02:57:17Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57942
dc.description.abstractLatar belakang: Coronary Heart Disease (CHD) menjadi penyebab utama kematian global, termasuk di Indonesia. Acute Coronary Syndrome (ACS) tipe ST segment elevation myocardial infarction (STEMI) merupakan salah satu manifestasi dari CHD. Tindakan utama dalam penanganan STEMI berupa terapi reperfusi melalui dua metode utama yaitu Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pemberian obat fibrinolitik. Tujuan: Mengetahui persentase dan faktor-faktor yang memengaruhi tindakan revaskularisasi pada pasien STEMI di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data retrospektif pasien STEMI yang menjalani rawat inap di RS PKUMG pada tahun 2022–2024. Data yang diambil dari rekam medis diolah secara deskriptif untuk mengetahui tindakan revaskularisasi yang diberikan. Analisis regresi logistik digunakan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi pemberian tindakan revaskularisasi. Hasil: Sebanyak 399 pasien memenuhi kriteria dan dimasukkan dalam penelitian ini, mayoritas laki-laki (84,71%), berusia >50 tahun (80,20%), dan berpendidikan menengah (74,69%). Riwayat hipertensi ditemukan pada 42,61% pasien, diabetes melitus tipe 2 pada 21,55%. Sebagian besar pasien (82,21%) datang dalam golden period (≤6 jam). Sebanyak 46,87% menjalani PCI primer, 44,86% PCI sekunder, dan 4,01% menerima fibrinolisis tanpa PCI. Faktor yang menunjukkan hubungan dengan pemberian PCI primer adalah jenis kelamin (p = 0,04226) dan transportasi ke rumah sakit (p = 0,00203). Sementara itu, faktor yang menunjukkan hubungan dengan pemberian PCI sekunder adalah waktu kedatangan di rumah sakit (p = 0,04946). Kesimpulan: Tindakan revaskularisasi dengan PCI baik primer maupun sekunder merupakan tindakan yang paling banyak diberikan pada pasien STEMI di RS PKUMG. Jenis kelamin, moda transportasi ke rumah sakit, dan waktu kedatangan sejak onset gejala merupakan variabel yang memiliki hubungan dengan pemberian tindakan PCI.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFibrinolitiken_US
dc.subjectPCIen_US
dc.subjectRevaskularisasien_US
dc.subjectSindrom Koroner Akuten_US
dc.subjectSTEMIen_US
dc.titleAnalisis Pemberian Tindakan Revaskularisasi pada Pasien Stemi di RS PKU Muhammadiyah Gampingen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21613190


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record