Analisis Peresepan Obat-obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Pratama Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi
merupakan penyakit kronis dengan faktor risiko utama penyakit jantung, stroke,
dan gagal ginjal, data hipertensi di Indonesia pada usia 30-79 tahun mencapai 40%.
Faktor yang memengaruhi profil peresepan antihipertensi di dunia dan Indonesia
adalah usia, jenis kelamin, dan gaya hidup.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui profil peresepan obat antihipertensi
dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihannya pada pasien rawat
jalan di RS Pratama Yogyakarta, guna mendukung pengelolaan hipertensi yang
lebih efektif.
Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Pratama Yogyakarta pada
bulan Februari – April 2024. Data yang digunakan dalam penelitian ini penggunaan
obat antihipertensi pada tahun 2023 – 2024. Menggunakan rancangan cross-
sectional dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien,
informasi demografi, data klinis, serta penggunaan obat.
Hasil: Pasien Hipertensi pada periode 2023-2024 didapatkan 250 pasien yang
dimasukkan ke dalam penelitian ini. Mayoritas berusia dewasa dengan rata-rata
61.82 tahun, mendapatkan terapi pengobatan antihipertensi paling banyak pada
perempuan sebanyak 151 pasien (60,40%). Berdasarkan penyakit komorbid,
mayoritas dengan pasien DMT2 sebanyak 135 pasien (54,00%), kadar tekanan
darah terdapat 172 pasien (68,80%) kelompok yang terkontrol, Terdapat 91 pasien
(39,20%) yang mendapatkan regimen terapi Tunggal. Terdapat variabel Kontrol
tekanan darah dengan regimen antihipertensi yang memiliki hubungan (p-value =
0,006256).
Kesimpulan: Peresepan hipertensi obat golongan Calcium Chanel Bloker (CCB)
merupakan obat yang paling banyak diresepkan untuk terapi lini pertama dalam
pengobatan pasien hipertensi untuk tercapainya tekanan darah yang normal.
Collections
- Pharmacy [1896]
