| dc.description.abstract | Penelitian ini membahas terkait peran United Nations Relief and Works Agency for
Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) dalam menjamin humanitarian
space di Tepi Barat tahun 2021-2023. Penelitian ini menggunakan teori
humanitarian space yang dikembangkan oleh Hikaru Yamashita dengan
melibatkan tiga model operasional di dalamnya yakni conventional, shelter, dan
homeland. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui studi literatur, jurnal, situs web, buku, dan data
pendukung lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran UNRWA dalam
menjamin humanitarian space di Tepi Barat mendekati model conventional. Hal
ini tercermin melalui (1) Compatibility with the practice of sovereign space di Tepi
Barat karena operasinya dilaksanakan atas dasar pengakuan resmi dan koordinasi
dengan otoritas Palestina dan pemerintah Israel. (2) Security principles and
arrangements yang bertumpu pada status legal UNRWA sebagai badan PBB
sehingga mampu menjaga netralitas demiliterisasi ruang kemanusiaan. (3)
Authority di sini adalah UNRWA didasarkan pada mandat PBB dan prinsip-prinsip
kemanusiaan sehingga dapat diterima oleh berbagai pihak. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwasanya peran UNRWA dalam
menjamin humanitarian space di Tepi Barat di bawah tekanan politik dan militer. | en_US |