| dc.description.abstract | Latar belakang: Meniran (Phyllanthus niruri) adalah tanaman yang memiliki
aktivitas imunostimulan, namun kelarutan dan stabilitas rendah. Formulasi S-
SNEDDS dengan pembawa padat hadir sebagai solusi untuk meningkatkan
kelarutan dan stabilitas yang lebih baik.
Tujuan: Mengkaji efek imunostimulan S-SNEDDS meniran terhadap parameter
jumlah neutrofil, limfosit, dan leukosit yang diinduksi S. aureus pada tikus jantan
galur Wistar.
Metode: S-SNEDDS meniran dibuat menggunakan metode spray drying kemudian
dievaluasi meliputi ukuran partikel dan zeta potensial. Aktivitas imunostimulan
diuji secara in-vivo pada tikus jantan galur Wistar dibagi menjadi 6 kelompok
perlakuan. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-0, 7, dan 14. Data dianalisis
menggunakan metode ANOVA dua arah.
Hasil: Formulasi S-SNEDDS meniran memiliki karakteristik ukuran nanopartikel
yang baik, homogen dan stabil. Pengujian ukuran partikel, indeks polidispersitas
dan potensial zeta menunjukkan hasil berturut-turut 65.60±0.624 nm, 0,361±0.014,
-25.60±0.917 mV. Formulasi S-SNEDDS meniran dapat meningkatkan nilai
leukosit dan neutrofil pada hari ke-14 yaitu 18, 40 × 103/μL dan 6,23 × 103/μL,
tetapi terdapat penurunan hari ke-14 pada nilai limfosit yaitu 13,98 × 103/μL. Hasil
statistik ANOVA dua arah pada ketiga parameter menunjukkan (p>0,05) tidak
signifikan.
Kesimpulan: Formulasi S-SNEDDS meniran tidak memiliki aktivitas
imunostimulan. | en_US |