| dc.description.abstract | Latar belakang: Hiperlipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit
kardiovaskular yang menyebabkan 2,6 juta kematian dan 29,7 juta kasus penurunan
fungsi fisik setiap tahunnya. Pola peresepan antihiperlipidemia bervariasi dan
dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti karakteristik dan profil klinis pasien.
Tujuan: Mengetahui profil peresepan obat antihiperlipidemia dan faktor-faktor
yang berhubungan dengan pemilihannya pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit
Pratama Yogyakarta.
Metode: Penelitian dilakukan pada Februari–April 2025 menggunakan data
retrospektif dari rekam medis pasien periode 2022–2024. Penelitian ini
menggunakan rancangan cross-sectional, dengan data mencakup demografi, klinis,
dan penggunaan obat. Data diolah secara deskriptif dengan analisis statistik bivariat
dengan metode chi-square.
Hasil: Sebanyak 210 pasien memenuhi kriteria untuk dimasukkan dalam penelitian
ini, dengan jenis kelamin lebih banyak perempuan (65,71%) dan rata-rata usia 62
tahun. Sebagian besar pasien memiliki penyakit hipertensi dan DMT2 secara
bersamaan (42,4%), sedangkan 25,2% dan 20,5% lainnya secara berurutan hanya
memiliki penyakit hipertensi saja dan DMT2 saja. Obat golongan statin paling
banyak diresepkan (75,24%), dan sisanya adalah golongan fibrat. Pada pasien yang
mendapatkan golongan statin, sebagian besar mendapatkan statin intensitas sedang
(64,3%). Hanya variabel adanya hipertensi bersamaan dengan DMT2 yang
ditemukan memiliki hubungan dengan pemilihan obat statin dan non statin
(p=0,019), dan hanya variabel jumlah kunjungan yang memiliki hubungan dengan
pemilihan intensitas statin (p<0,001).
Kesimpulan: Golongan statin merupakan obat yang paling banyak diresepkan,
dengan sebagian besarnya merupakan statin intensitas sedang termasuk pada pasien
yang sudah memiliki penyakit hipertensi dan DMT2 secara bersamaan. | en_US |