Deteksi Cemaran 3-monochloropropane -1,2-diol (3-mcpd) dalam Minyak Sawit menggunakan Sensor Kolorimetri berbasis Perak Nanopartikel
Abstract
3-monochloropropane-1,2-diol (3-MCPD) merupakan senyawa kontaminan yang
terbentuk selama proses pemanasan minyak sawit pada suhu tinggi dan diketahui
bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode deteksi 3-
MCPD dalam minyak sawit menggunakan sensor kolorimetri berbasis perak
nanopartikel (AgNPs) yang disintesis secara ramah lingkungan dengan
memanfaatkan ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan) sebagai agen pereduksi
sekaligus penstabil. Sintesis AgNPs dilakukan melalui metode green synthesis, dan
hasilnya dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy
(FTIR) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Deteksi 3-MCPD didasarkan
pada perubahan warna larutan akibat interaksi dengan AgNPs, yang kemudian
dianalisis secara digital menggunakan perangkat lunak ImageJ berdasarkan nilai
RGB. Metode yang dikembangkan divalidasi dengan parameter analisis kuantitatif,
yang menghasilkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9959, batas deteksi
Limit of Detection (LOD) sebesar 0,0085%, batas deteksi Limit of Quantification
(LOQ) sebesar 0,0282%, presisi dengan nilai %RSD sebesar 1,59%, akurasi dengan
persen perolehan kembali sebesar 102,23%, serta estimasi ketidakpastian
pengukuran sebesar 0,0085%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor
kolorimetri berbasis AgNPs ini dapat digunakan sebagai metode alternatif yang
sederhana, cepat, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk mendeteksi cemaran 3-
MCPD dalam minyak sawit.
Collections
- Chemical Analyst [441]
